Menanti dengan tidak menjadi Lengah
Markus 13:24-37
Pekerjaan paling membosankan adalah menanti/menunggu. Apa yang kita lakukan dalam keadaan menunggu? Bisa ngobrol, membaca, buka facebook, twitter, dlsb.
Kalau demikian, apakah sikap yang mestinya kita lakukan dalam menyambut kehadiran Kristus dalam hidup kita? Seperti tema Minggu ini, kita diingatkan untuk senantiasa berjaga-jaga, kita tidak boleh menjadi lengah dalam masa penantian ini. Saudara dan saya tidak tahu kapan hari dan waktunya Tuhan Yesus datang. Tapi kita hanya tahu tanda-tanda zamannya. Dalam Injil Markus 13:33, “Hati-hatilah dan berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.
Kita harus berjaga-jaga! Apa yang kita tangkap ketika Tuhan berkata demikian? Apakah kita berjaga-jaga di muka rumah kita menanti Yesus datang seperti berjaga-jaga takut maling masuk? Atau berjaga-jaga yang seperti apa? Firman hari ini mau mengajar kita, ada 3 hal yang Firman Tuhan ajarkan mengenai berjaga-jaga dan menanti-nantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali:
1. Jangan tidur
1 Tesalonika 5:4-6, Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
Arti pertama dari berjaga-jaga adalah “jangan tidur”! Kamu tidak hidup di dalam kegelapan. Kita yang menantikan Tuhan, kita harus terus menaati Firman Tuhan, jangan berbuat dosa melawan perintah-perintah Tuhan. Kelihatannya simpel, sederhana, tapi coba kita introspeksi apakah kita sungguh-sungguh sudah hidup kudus dan benar di hadapan Tuhan? Apakah kita masih suka kompromi dengan perkara-perkara dosa? Ah tidak apa-apa Pak, kan dosa kecil. Firman Tuhan tidak pernah menyatakan dosa kecil, dosa sedang, dosa besar. Dosa adalah dosa.
Tuhan minta kalau mau bersungguh-sungguh mempersiapkan kedatangan Yesus kedua kalinya, mari kita tidak boleh berbuat dosa melawan perintah-perintah Tuhan. Banyak baca Firman Tuhan agar kita tahu rambu-rambu yang Tuhan tetapkan dalam Firman-Nya. Kalau Saudara hanya mendengarkan Firman Tuhan dalam hari Minggu, maka Saudara akan ketinggalan begitu banyak perintah-Nya yang diminta ditaati oleh anak-anak-Nya.
2. Hidup Kudus. Matius 25:10-13,
“Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”
Arti kedua dari berjaga-jaga adalah kita harus bersungguh-sungguh mempersiapkan hidup kita. Kapan pun Yesus datang, kita harus siap. Firman Tuhan di atas ini bercerita mengenai perjamuan pernikahan. Persiapan pernikahan tidaklah sesederhana kalau kita yang menjadi tamunya. Tapi segala sesuatunya dipersiapkan dengan baik, khususnya pengantin wanitanya mempersiapkan mulai dari rambut, make up, dan bermacam-macam. Demikian pula untuk kita menjadi mempelai wanita Kristus, kita harus mempersiapkan seluruh keberadaan kita. Dalam 1 Tesalonika 5:23 dikatakan, Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Setiap anak-anak Tuhan dalam mempersiapkan hidupnya menantikan kedatangan Yesus, harus mempersiapkan tubuh, jiwa, dan roh. Kadang kita hanya memperhatikan rohani kita, tapi jiwa kita (pikiran, perasaan, emosi) diabaikan. Kita juga kadang sudah tidak jaga makan, makan makanan sembarangan. Itu tidak layak, dan ini begitu jelas dikatakan dalam Firman Tuhan, pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita, setiap anak Tuhan harus sungguh-sungguh hidup tanpa cacat cela roh, jiwa, dan tubuh. Kita tidak bisa katakan sungguh-sungguh baca Alkitab, tapi kita makan sembarangan, kedagingan kita diumbar. Tuhan katakan, siapkan tanpa cacat cela!
Kita harus hidup dalam kekudusan. Tak membiarkan hawa nafsu mencemari dan menguasai hati. Tuhan meminta kita menjadi kudus dalam seluruh aspek hidup. Bukan hanya di gereja, melainkan juga di tempat kerja dan dalam keluarga. Kata “kudus” berarti terpisah atau berbeda. Hidup kita harus dipisahkan, dikhususkan untuk memuliakan Tuhan. Berbeda dari cara hidup duniawi. Hidup kudus adalah keharusan, bukan pilihan. Tuhan berfirman, “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus”.
3. Waspada akan ketamakan
Kita harus memiliki sikap hati yang benar terhadap uang. Kita diberkati Tuhan untuk menjadi saluran berkat. Dalam Kitab Kejadian, Ishak menabur dan diberkati Tuhan makin hari makin kaya dalam musim kelaparan. Mari, kita sungguh-sungguh melakukan Firman Tuhan, biar berkat yang kita terima itu kita jadikan benih. Benih yang ditanam terus berkembang dan berbuah-buah, luar biasa makin berlimpah. Saudara ambil contoh, hanya dari 1 butir jagung, keluar pohon, dan keluar bulir-bulir jagung yang begitu banyak butirnya. Kalau kita seperti orang kaya yang bodoh, punya uang dan hasil tanah, dia membangun gudang dan lumbung lagi untuk memperkaya diri. Dan tiba-tiba malam itu juga nyawanya dicabut daripadanya. Dia akhirnya masuk dalam tanah kuburan. Selesai begitu saja. Hartanya tidak bisa dibawa. Waspada terhadap ketamakan.
Melalui Minggu Adven I ini, kita diajak untuk melakukan refleksi diri dengan cara memeriksa hati dalam menyambut kedatangan Kristus. Apakah kita sudah berada dalam kesiapan di dalamnya? Apakah kita pun telah berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan Kristus dalam hidup kita? Apakah kita telah menggunakan waktu yang dianugerahkan kepada kita dengan menampilkan hidup yang berkualitas? Hidup berkualitas dapat diisi dengan hal yang sederhana yaitu hidup dalam kasih, pertama-tama kasih kepada Tuhan dengan segenap hati, yang diwujudkan dengan mengasihi sesama manusia.
Selamat memasuki Masa Adven, kiranya damai sejahtera yang melimpah dari Allah senantiasa menaungi kita semuanya. Tuhan memberkati.

